Kenapa harus resah?
Kamis 15 Oktober 2009
Belakangan ini Indonesia di gemparkan oleh kedatangan Aktris Jepang yang berlatarbelakang pemain film "panas". Beberapa situs tentang dia banyak membahas tentang hidup dan biografinya. Secara singkat, kurang lebih Miyabi atau yang di dunia perfilman dikenal dengan nama Maria Ozawa, adalah 'gadis' yang berumur 20-an dan punya latar kehidupan tidak menyenangkan, berasal dari keluarga yang kurang mampu dan harus menghidupi keluarganya, maka diapun menjadi artis yang sensasional dengan film-filmnya.
Ada yang menyatakan dia sudah taubat, tapi ada pula yang mengatakan bahwa tobatnya masih berbalut dengan nilai politis tentang kepopuleran.
Pro dan kontra tentang kedatangannya ke negeri kita begitu keras, bermacam demo menentang kedatangannya juga merebak di minggu ini. Adat ketimuran dan agama tidak meng'iya'kan kedatangannnya walaupun dengan segudang alasan.
Berbicara masalah setuju dan tidak setuju, penulis berpendapat bahwa bila ditanya setujukah? maka penulispun akan bertanya lagi," memangnya kenapa? Kalau dia mau datang, datang aja, kalau mau produksi film disini silakan saja... tapi semua harus sesuai prosedur. Bukankah prosedur kaitannya adalah uang? Maka walaupun di demo beratus kali, bila pejabat berwenang mengizinkan, ya kita ini yang bertindak sebagai rakyat jelata cuma bisa pasrah. Kalau Miyabi ditolak, kenapa yang lain tidak, seperti presiden Bush (yang sangat kejam membantai rakyat Irak) dan yang lainnya dengan dosa politik ataupun dosa sosial.
Bukti diatas jelaslah menandakan bahwa, mengapa kita harus resah? Toh kita punya bapak-bapak pejabat yang 'dipercaya' memberikan pengayoman kepada rakyat. Merekalah yang nantinya akan bertanggungjawab akan efek yang terjadi. Penulis merasa setuju dengan penentangan Miyabi ke Indonesia, tapi sekali lagi, rakyat saat ini bukanlah
Desition Maker yang berhak menentukan bisa/tidak, boleh/tidak atau layak/tidak.
Cara terbaik adalah membentengi diri kita dengan bekal pengetahuan dan akhlak positif dalam menyikapi sesuatu, karena gejolak yang ditandai dengan kontak fisik, pemaksaan kehendak apalagi anarkisme bukan juga merupakan budaya kita. Budaya ketimuran dan Akidah Islamiyah yang kita ingin tegakkan janganlah kita kotori dengan tindakan-tindakan yang sama dengan yang kita tentang. Bila itu terjadi, maka kita tidaklah berbeda dengan hal-hal yang kita ingin tegakkan tadi.
Wassalam
Gulfi Y Mukti
gulovsky@gmail.comBerikut saya unduh beberapa artikel yang menarik untuk dibaca;
Maria Ozawa Batal ke IndonesiaSurabaya, 14 Oktober 2009 07:50Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Ad-Interim, M Nuh, membatalkan kehadiran bintang film asal Jepang Maria Ozawa ke Indonesia.Antara melaporkan, pembatalan itu disampaikan M Nuh saat memanggil produser dan sutradara film Menculik Miyabi di kantornya di Jakarta, Selasa (13/10).M Nuh yang juga Menteri Komunikasi dan Informatika itu meminta Odi Mulya Hidayat dari Maxima Pictures, selaku produser film layar lebar tersebut untuk menerima pembatalan kehadiran bintang film porno yang mengundang kontroversial di masyarakat itu.Dalam pertemuan itu, Maxima Pictures sudah memastikan untuk membatalkan kehadiran Maria Ozawa yang lebih dikenal di Tanah Air dengan julukan Miyabi, demi menghindari kontroversial yang berkembang di masyarakat, sehingga tidak akan menambah persoalan.Menurut Odi, pihaknya terpaksa membatalkan kehadiran Maria Ozawa dan menunda penggarapan film Menculik Miyabi karena derasnya protes terhadap film itu, sehingga pihaknya tidak akan memaksakan kedatangan Maria Ozawa.Keinginan Maxima Pictures itu disambut baik oleh M Nuh, karena bangsa ini memang tidak ingin disibukkan dengan persoalan-persoalan yang sesungguhnya bisa diselesaikan dengan jalan baik-baik.Sebelumnya, M Nuh mengibaratkan persoalan kedatangan Maria Ozawa ke Indonesia itu seperti "penjahat" atau "pencuri" yang ingin datang dan shalat ke masjid, sehingga tidak perlu dilarang, karena kehadirannya tidak untuk mencuri atau melakukan kejahatan, sehingga boleh-boleh saja.Namun, sebaliknya, jika ada orang yang nyata-nyata datang ke masjid untuk melakukan tindak kejahatan, sudah seharusnya sejak awal dilarang, meski dia sebelumnya orang yang baik-baik saja.Tapi, jika kehadirannya mengundang kontroversi yang berkepanjangan dan tidak produktif, maka sudah seharusnya dibatalkan. [EL, Ant]
URL:
http://www.gatra.com/versi_cetak.php?id=131086Maria boleh datang....Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati tidak melarang bintang porno asal Jepang Maria Ozawa atau Miyabi mengunjungi pulau dewata Bali.Tetapi hanya sebatas sebagai wisatawan pada umumnya. "Bila datang sebagai wisatawan, silahkan kami tidak melarang siapapun yang akan datang ke Bali untuk berlibur. Tapi kalau ada tujuan lain, nanti dulu," kata Cok Ace, sapaan akrabnya yang juga Bupati Gianyar saat ditemui VIVAnews, Rabu, 14 Oktober 2009.Miyabi direncanakan akan datang ke Indonesia pada 14 Oktober kemarin. Namun, kedatangan Miyabi dibatalkan oleh rumah produksi yang akan menjadikan Miyabi sebagai bintang dalam filmnya.Selain itu walaupun batal, ke Indonesia bukan berarti Miyabi tak jadi mendukung film yang akan disutradarai oleh Rako Prijanto tersebut. Ody tetap akan menggunakan Miyabi di film tersebut."Film akan tetap menggunakan Miyabi. Itu tidak berubah," ucap Ody dengan yakin.Skenario film 'Menculik Miyabi' pada awalnya akan ditulis oleh Raditya Dika. Tetapi, di tengah jalan, penulis skenarionya diganti dengan Raditya Mangunsong.Tak hanya itu, Raditya Dika yang seharusnya menjadi pemeran utama dalam film tersebut mengundurkan diri karena dia tak mau satu film dengan artis porno asal Jepang tersebut.Rencananya film 'Menculik Miyabi akan dirilis pada 31 Desember mendatang. Ody mengaku dengan banyaknya pro dan kontra soal kedatangan Miyabi sedikit mengganggu produksi film tersebut.• VIVAnews
http://reposaja.blogspot.com/2009/10/miyabi-boleh-datang-ke-bali-asalkan.html